JUMPER

Rabu, 05 Mei 2010




David Rice (Hayden Christensen), awalnya memiliki kehidupan biasa-biasa saja hingga suatu ketika pemuda ini menyadari dirinya adalah seorang "jumper" atau pelompat yang dapat berpindah tempat dalam sekejap mata. 

Sebagai "jumper" ia hanya perlu melompat sambil membayangkan ke mana dia ingin pergi. Maka dalam sesaat keinginannya itu akan menjadi kenyataan. 

David yang tinggal di Detroit, Amerika Serikat adalah tokoh utama film "Jumper" (2008) arahan Sutradara Doug Liman dan naskahnya ditulis Simon Kinberg. Film ini diangkat dari novel karya Steven Gould yang juga berjudul sama. 

Film ini memanjakan mata penonton dengan berbagai pemandangan ikon pariwisata sejumlah negara yang dikunjungi David, seperti Menara Eiffel, Colosseum, menyusuri pusat kota Tokyo, padang pasir dan patung Sphinx di Mesir, Big Ben di London, dan New York.

Dikisahkan dalam film ini, David dapat berpindah-pindah tempat sesuka hatinya karena kelainan gen dalam tubuhnya. Awalnya David tak menyadari hal ini dan memanfaatkan kemampuan sebagai seni untuk menikmati hidup. 

Hingga pada suatu ketika ia terlibat dalam sebuah perang yang telah mengamuk selama ribuan tahun antara para Jumper dan Paladin, yakni orang-orang yang ingin membunuh mereka.

Film ini dibintangi sederetan nama besar seperti, Hayden Christensen yang pernah mengasah aktingnya dalam "Star Wars Episodes II & III", Samuel L. Jackson yang sebelumnya main di film "Coach Carter", Diane Lane yang pernah bermain di film "Unfaithful", Michael Rooker's, bintang serial TV "The O.C", Rachel Bilson dan Jamie Bell yang pernah berperan sebagai penari balet dalam film "Billy Elliot". 

Seperti kisah-kisah 'manusia super' kebanyakan, mulanya tidak ada keistimewaan dalam kehidupan David. Ia kerap diejek pecundang oleh kawan-kawannya. Rasa rendah diri juga membuat mulutnya seolah terkunci untuk menyampaikan rasa cintanya pada seorang gadis, Millie Harris (Rachel Bilson). 

Namun sejak menyadari dirinya memiliki kekuatan 'teleport' atau berpindah, ia menjadi sosok yang lebih percaya diri dan mulai berpetualang ke berbagai negara yang selama ini hanya ada dalam mimpinya. Kota Kairo, Roma, Fiji, London, dan Tokyo adalah sebagian kecil yang menjadi targetnya. 

Sinopsis
Sejak kecil David ditinggalkan oleh ibunya, yang belakangan diketahui sebagai Kaum Paladin. Ia tinggal bersama ayahnya yang pemabuk dan kerap memukulnya. Kondisi ini membuat hari-harinya jauh dari kata bahagia.

Di saat teman-temannya menganggap David sebagai pecundang, hanya Millie yang masih memercayainya. Maka ketika kepercayaan dirinya timbul, David ingin mengajak perempuan yang dicintainya itu berpetualang ke berbagai kota bersamanya. 

David yang malang dan kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang tanpa menyadari dirinya dalam incaran kaum Paladin. 
Ia merampok bank dengan mudah, menyelinap di Colosseum, Roma yang terlarang untuk umum, dan mencuri baju dan perabot rumah di toko-toko mewah. 

David yang beranjak dewasa setiap malam menghabiskan waktu dengan bersenang-senang 'pindah' dari satu kota ke kota lain, satu negara ke negara lain. Singkat kata, hidupnya terasa menyenangkan. 

Sampai akhirnya kebiasaannya membobol bank memancing kecurigaan Roland, Agen NSA yang juga Paladin. Setelah melakukan penyelidikan, Roland yang membawa peralatan canggih berupaya menangkap David. 

Dalam pelariannya, David kembali ke kota kelahirannya, Detroit untuk menemui Millie yang kabarnya bekerja di sebuah bar. Ia lantas mengajak Millie untuk ikut dengannya ke Roma, Italia. Kali ini David yang masih menyembunyikan identitasnya sebagai "jumper", mengajak Millie menempuh perjalanan dengan pesawat udara. 

Mereka menghabiskan waktu berdua di kota yang romantis tersebut, jalan-jalan, makan, menikmati suasana hingga mereka saling jatuh cinta.

Di Roma, David bertemu dengan Griffin, sorang jumper yang selama ini mengawasi gerak-gerik David. Tiba-tiba perbincangan mereka terganggu oleh kedatangan para Paladin. Serangan yang dilancarkan para Paladin membuat Griffin dan David meyelamatkan diri masing-masing.

Menegangkan 
Film fiksi ilmiah dengan balutan aksi dan ketegangan ini sejak awal mengajak penonton unutk menikmati keindahan gambar-gambar yang disajikan. 

Pertempuran Paladin dan "jumper" dan aksi kejar-kejaran diramu sangat apik oleh sutradara Dough Liman yang memang dikenal dengan film-film laga seperti "The Bourne Identity" dan "Mr and Mrs Smith".

Liman seolah memvisualisasikan impian atau khayalan terliar manusia yang kerap bermimpi untuk keliling dunia dan hidup kaya raya tanpa bekerja keras. 

Hampir keseluruhan film ini diperkuat dengan efek visual yang sangat canggih. Penonton akan dibuat kagum dengan visualisasi perpindahan para "jumper" dari satu tempat ke tempat lain yang terlihat sangat nyata. 

Seperti pada suatu ketika, David selancar di Laut Fiji, berjemur di atas patung Sphinx di Mesir, dan kembali ke apartemennya di New York. 

Di bagian lain, David asyik bergelantungan di jam besar "Big Ben" London yang sangat tinggi dan beberapa menit kemudian sudah berada di negara bagian lainnya. 
Perang sengit antara Ronald dengan David membuat jantung penonton berdebar.

Awalnya mereka berkelahi di apartemen Milli, lalu berpindah cepat ke gurun Sahara, terlibat pertempuran dengan senjata beraliran listrik 1.000 volt yang membuat David menjerit dan meronta saat tersengat alirannya.

Adegan Griffin dan David berkelahi hingga berkeliling dunia tak kalah seru dan menegangkan. Mereka adu jotos di jalanan kota Tokyo, lalu berkejaran di Kairo, hingga tersesat di tengah berkecamuknya perang Chechnya. 

Soal akting, yang patut diacungi jempol peran antagonis Ronald oleh bintang kulit hitam Samuel L Jackson tampak jauh lebih menonjol dibandingkan akting si pemeran utama film ini.

Jackson mampu menjiwai peran sebagai Paradin yang memiliki mental pembunuh berdarah dingin, sangat sadis, dan tak kenal kompromi terhadap kaum jumper.


0 komentar:

Posting Komentar

EXO - Sing a Song